Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Anarkisme dan Ilmu Pengetahuan Modern – Peter Kropotkin

Rantai Nilai: Wajah Baru Imperialisme Ekonomi

Detail

Kategori : Politik
Alnick Nathan & Reza M. Hikam 260 halaman
Penulis : Alnick Nathan
Penerjemah : Alnick Nathan & Reza M. Hikam
Ketebalan : 260 halaman
Dimensi : 14 x 21 cm
Bahasa : Bahasa Indonesia
Stock: 15
Penerbit: Independen
Penulis: Intan Suwandi
Berat : 0.35 Kilo

Deskripsi Rantai Nilai: Wajah Baru Imperialisme Ekonomi

Seiring berlangsungnya globalisasi, teori imperialisme telah dianggap kadaluarsa atau tidak lagi mampu untuk menjelaskan ekonomi dunia. Pandangan itu berdasar pada perkembangan ekonomi secara global yang tidak hanya berlangsung di Amerika Serikat dan Eropa, tetapi juga Belahan Bumi Selatan sehingga diklaim telah melahirkan kesetaraan ekonomi antar-negara. Benarkah teori imperialisme sudah tidak lagi relevan? Apakah dunia telah berjalan secara setara sehingga kue ekonomi dinikmati bersama oleh pemodal dan kelas pekerja?

Dalam buku ini, Intan Suwandi menjawab: Tidak! Buku Rantai Nilai: Wajah Baru Imperialisme Ekonomi menunjukkan bagaimana globalisasi produksi justru memperkuat watak imperialis dari perekonomian dunia. Melalui rantai komoditas nilai-tenaga kerja, perusahaan-perusahaan multinasional raksasa yang berkantor di negara-negara kapitalis pusat mampu memperpanjang kekuasaannya dengan mendikte perusahaan-perusahaan pemasok di Bumi Selatan, termasuk Indonesia. Kekuatan imperialis dari perusahaan multinasional tersebut tidak hanya membelenggu buruh-buruh di negara pinggiran, tetapi juga merampas nilai lebihnya guna menjadi keuntungan bagi pemodal raksasa yang tinggal di negara kapitalis pusat.

“Menunjukkan bagaimana rantai nilai global didasarkan pada, dan memperdalam, eksploitasi buruh oleh modal dan transfer nilai secara geografis dari Bumi Selatan ke Bumi Utara. Suwandi menerangkan bagaimana perusahaan-perusahaan terdepan menggunakan mekanisme pengaturan rantai nilai untuk memperkuat kontrol atas buruh yang berjauhan secara geografis. Karya ini berdiri di, dan berkontribusi pada, tradisi modal monopoli Magdoff, Sweezy, dan Foster. Sebuah kontribusi penting dan berharga untuk ilmu sosial emansipatoris.”
— Benjamin Selwyn, Professor of International Development, Department of International Relations, University of Sussex, UK; penulis The Struggle for Development


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Cek Ongkir
Propinsi
Kabupaten
Kecamatan
Berat Gram

PENGIRIMAN