Politik Nasionalisme Sepak Bola Indonesia Era Soekarno 1950-1965
- Detail
-
Kategori : EKOSOSPOL Ketebalan : 229 hlmn | Bookpaper Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover Bahasa : Indonesia Stock: 10 Penerbit: Kendi Penulis: R.N. Bayu Aji
Berat : 0.30 Kilo
Deskripsi Politik Nasionalisme Sepak Bola Indonesia Era Soekarno 1950-1965
Soekarno sadar, olahraga bisa menjadi ujung tombak. Dengan sepakbola, Soekarno bersemangat memajukan sepak bola Indonesia. Tahun 1954, Indonesia mendatangkan mantan pemain timnas Yugoslavia, Antun "Toni" Pogacnik. Di tangan pelatih bertubuh tinggi langsing itu, cikal bakal Timnas Indonesia dilatih teknik-teknik sepak bola modern. Prestasi Timnas Indonesia berlanjut di Asian Games 1958 di Tokyo Jepang. Indonesia mempimpin grup B yang di dalamnya ada India dan Burma. Di Perempat final, Indonesia menyingkirkan Filipina.
Sayang, di semi final, Indonesia takluk 0-1 dari Tiongkok. Tetapi Timnas Indonesia berhasil mempersembahkan perunggu. Menjelang Asian Games 1962 yang dilangsungkan di Jakarta, timnas sangat menggelora, di samping itu Indonesia baru saja punya stadion olahraga terbesar. Namun semangat itu runtuh di penyisihan grup, para pendukungnya sudah menaruh harapan besar. Indonesia kalah dengan Malaysia. Belakangan diketahui penyebabnya 'suap'.



