Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Essays: Moral Political and Literary

Political Tribes Politik Kesukuan Insting Kelompok dan Nasib Bangsa

Detail

Kategori : EKOSOSPOL
M Iqbal Suma 261 hlm l Bookpaper
Penerjemah : M Iqbal Suma
Ketebalan : 261 hlm l Bookpaper
Dimensi : 13 x 19 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: 5
Penerbit: Globalindo
Penulis: Amy Chua
Berat : 0.40 Kilo

Deskripsi Political Tribes Politik Kesukuan Insting Kelompok dan Nasib Bangsa

Political Tribes Politik Kesukuan Insting Kelompok dan Nasib Bangsa. Bisakah Suku lebih penting dari pada Negara?

Tren intelektual terpenting di zaman kita adalah penemuan kembali identitas suku manusia secara populer.  Selama kira-kira 200.000 tahun, manusia berlarian dalam kelompok klan kecil, berburu dan kawin bersama sambil merampok atau berteman dengan kelompok lain.  Namun dalam beberapa abad terakhir, kita membangunkan dan mengganti organisasi sosial kesukuan dengan institusi berbasis aturan yang tidak dipersonalisasi: pasar untuk mengatur ekonomi, pemilu untuk mengatur politik dan sains untuk mengatur pencarian kita akan pengetahuan.  Untuk memuaskan kerinduan kita akan afinitas kelompok, kita mengalihkan loyalitas kesukuan kita dari klan dan kasta kepada hal abstraksi seperti Konstitusi.  Hasilnya spektakuler, sebuah langkah perubahan potensi manusia.  Kita telah menemukan jawabannya.  Atau begitulah yang kita pikir.

Sains telah menunjukkan bahwa tribalisme sudah terprogram.  Eksperimen dan bukti yang berasal dari generasi ke generasi, dalam psikologi, sosiologi dan antropologi, telah menetapkan dengan tegas bahwa pendapat dan emosi manusia, loyalitas dan afiliasi, agama dan adat istiadat, dan bahkan persepsi dibentuk oleh kebutuhan kita untuk menjadi bagian dari suatu kelompok - dan oleh kecenderungan kita untuk  membenci kelompok saingan.  Subjek eksperimen akan secara spontan membentuk loyalitas dalam kelompok dan antipati di luar kelompok ketika ditugaskan kedalam suatu tim secara acak.  Subjek akan menyangkal bukti dengan mata mereka sendiri untuk setuju dengan orang-orang di sekitar mereka, bahkan jika perbedaan tersebut mencolok.  Tidak perlu ada pemicu untuk sentimen kesukuan, tidak ada penyebab atau konflik.  Jika kita belum memiliki suku dan alasan untuk setia padanya, kita akan membentuk suku dan menciptakan alasan untuk setia.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Product Tags :
Amy Chua Globalindo Politik
Cek Ongkir
Propinsi
Kabupaten
Kecamatan
Berat Gram

PENGIRIMAN