Kapital Pada Abad ke 21
- Detail
-
Kategori : EKOSOSPOL Penerjemah : Enda Ara Ketebalan : 924 hlm l Bookpaper Dimensi : 16 x 24 cm | Softcover Bahasa : Indonesia Stock: 10 Penerbit: Globalindo Penulis: Thomas Piketty
Berat : 0.90 Kilo
Deskripsi Kapital Pada Abad ke 21
Belakangan, seluruh dunia semakin tersadar bahwa kesenjangan ekonomi terus bertambah parah. Majalah The Economist menyebut Kapital pada Abad ke-21 sebagai buku dengan “topik yang tepat pada waktu yang tepat.” Bukan dengan modeling atau kerangka teori, buku ini menelaah data dan statistik kesenjangan ekonomi ratusan tahun ke belakang dari berbagai belahan dunia. Buku terlaris Harvard University Press ini melacak akar-akar kesenjangan ekonomi dan menawarkan alternatif solusi secara global dan sistemik. Tanpa tindakan berarti, ekonom Perancis ini memprediksi kesenjangan akan semakin parah dan berujung pada krisis multidimensi. Buku bestseller versi The New York Post ini mengubah wajah ilmu ekonomi. “Kita tidak akan pernah berbicara tentang kekayaan dan kesenjangan sama seperti dulu lagi,” tulis kolumnis The New York Post Paul Krugmann tentang Kapital.
Kapital pada Abad ke-21 menjawab pertanyaan yag menggungah pikiran Anda tentang berbagai aspek modal dan alirannya. Piketty berbicara tentang banyak pertanyaan soal evolusi jangka panjang dari masalah sosial mendasar seperti ketidaksetaraan, konsentrasi besar kekayaan di antara kelompok populasi minoritas dan bagamana prospek pertumbuhan ekonomi negara berkembang terletak di jantung ekonomi politik. Karena kurangnya data jawaban yang memuaskan jarang ditemukan di masa lalu. Buku ini memberikan jawaban yang benar dengan penjelasan yang rinci dan ringan.
Piketty menganalisa aliran modal abad ke-21 dengan mengambil data dari dua puluh negara yang berasal dari abad ke-18 untuk mengungkap rahasia kunci di balik pola sosial dan ekonomi. Ia menunjukan bahwa campur aduknya pertumbuhan ekonomi modern dan pengetahuan telat memungnkinkan dunia mengatasi aspek ketimpangan dalam skala apokaliptik yang diramalkan Karl Mark.

