Arus Bawah
- Detail
-
Kategori : Buku Lainnya Ketebalan : 248 hlm | Bookpaper Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover Bahasa : Indonesia Stock: 2 Penerbit: Mizan Penulis: Emha Ainun Nadjib
Berat : 0.50 Kilo
Deskripsi Arus Bawah
"Di Karang Kedempel ini kalau kami berpikir, dianggap subversif. Kalau kami belajar memahami persoalan, diawasi intel. Kalau kami membicarakan kebaikan, dianggap pemberontak. Padahal, telinga kami sudah hampir tuli setiap saat mendengarkan ratusan berita yang mencerminkan bahwa dunia ini makin pincang. Kepala kami pusing oleh kemunafikan yang dibikin megah dan tampak luhur. Oleh kepandaian yang busuk. Oleh kepintaran yang bodoh. Oleh kemajuan yang makin bergantung pada kebergantungan. Oleh Tanam Paksa Kontemporer. Oleh hijrah paksa ratusan atau ribuan keluarga demi bendungan atau pariwisata atau pabrik-pabrik atau listrik dan golongan menengah masyarakat. Atau, oleh mobilisasi budak dan amtenar sejak taman kanak-kanak. Atau, bahkan oleh kata-kata klise seharihari, seperti kemiskinan struktural, kontinuasi politik dan ekonomi kolonial, termasuk juga demokrasi pupur atau berita aneh sosialisasi ludruk.
Kiai Semar menghilang. Gareng, si Filsuf Desa, gugup tak alang kepalang. Namun, Petruk malah senyum-senyum saja melihat kakaknya belingsatan. Apalagi Bagong yang kerjaannya hanya makan dan tertawa-tawa. Bahkan, Dusun Karang Kedempel yang semakin rusak dan sedang membutuhkan kehadiran Semar pun tak merasa perlu mencarinya.
Di tengah dominasi pakem Mahabharata yang mencengkeram kehidupan Karang Kedempel, tugas Punakawan-lah untuk merintis Gerakan Carangan. Menjadi alternatif. Mengusahakan perjuangan dari basis. Membuat warga Karang Kedempel mengerti bahwa rakyat adalah Dewa-Dewa

